Selasa, 27 Maret 2018

SURGA


Ketika fokus kita masih tentang surga dan neraka. Lalu berpendapat bahwa tanpa itu dunia akan jadi barbar. Lihatlah dan berkacalah pada negara2 tanpa agama di belahan dunia lain. 

Ketika kita melakukan sesuatu hanya demi surga dan karena takut neraka. Lalu berpendapat tanpa agama semua manusia akan menjadi barbar. Lalu mulai ketakutan pada semua simbol yang akan membawamu ke neraka. Takut pada semua godaan yang akan merayumu ke neraka. Lalu satu persatu kau mulai menghilangkan mereka. Mengharamkan mereka. Membangun kubah tinggi untuk meyakinkan dirimu layak masuk ke surga dan terhindar dari neraka.

Apa kau tau, Kawan??

Surga telah membuatmu menjadi tamak, karena kau ingin memasukinya dengan menghalalkan segala cara.

Dan ketamakan.. kukira tidak cocok untuk penghuni surga.

#TaniaLuna

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1565627996890072&set=pb.100003286597577.-2207520000.1522210186.&type=3&theater

TAKUT APA


Tentang Kamu


Tentang kamu.

Kau adalah angin. Yang dulu tak tersentuh. Aku tak berani mendekat. Jarak selalu kujaga, agar tidak menabrak. Mengikuti di belakangmu, dalam jarak aman.

Lalu tiba-tiba kau menghentikan langkahmu. Menghilang. Dan aku menunggu. Dalam diam.

Kemudian kau datang sebagai hujan.
Ah. Kau tau, aku tak suka hujan.. Tapi aku suka angin yang ada di dalam hujan itu.

Lalu tiba2 angin topan itu melembut. Menjadi sepoi. Merayu. Menyusup diam-diam. Menawarkan genggaman tangan. Erat.

Ah. Aku cemburu pada daun2 dan burung2 yang menyukai angin sepoi2mu..

#TaniaLuna

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1611672138952324&set=pb.100003286597577.-2207520000.1522209861.&type=3&theater

Hidup adalah bagian dari takdir dan pilihan


Hidup adalah bagian dari takdir dan pilihan.
Tetapi bahagia tiap orang itu berbeda.

Maka bahagiamu, adalah urusanmu.
Bahagiaku, adalah urusanku.

Tak perlu kau merasa lebih bahagia dari aku hanya karena kau memiliki apa yang tidak kumiliki, karena jika ku miliki apa yang kau miliki, belum tentu aku akan bahagia.

#TaniaLuna
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1616990165087188&set=pb.100003286597577.-2207520000.1522209451.&type=3&theater

Akhiri Saja


Kita akhiri saja. 
Ratusan kali aku memohonkan itu padamu.
Akhiri saja. 
Bukan karena kau melakukan kesalahan.
Bukan karena aku mencintai orang lain.

Bolehkah kita akhiri saja,
Dengan alasan yang paling sederhana,
Aku tak bahagia bersamamu??

Kau menarik tali kekangku begitu erat.
Tak ingin melepas,
Tapi juga tak bisa menjaga..

Untuk apa??

#TaniaLuna
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1630613707058167&set=pb.100003286597577.-2207520000.1522207694.&type=3&theater

Sepatuku


Di luar sana ada ratusan orang yang siap menggantikanku. 
Ingin memakai sepatuku. 
Maka kau pilihlah satu.
Lepaskan aku.

Kita hidup di dalam ketakutan demi ketakutan,
Pembuktian demi pembuktian,
Lupa untuk bahagia..

#TaniaLuna
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1630665057053032&set=pb.100003286597577.-2207520000.1522207694.&type=3&theater

Kewajiban Anak


Liat meme “bukan kewajiban anak membahagiakan ortu” lewat di mana2. 
Heran gw sama anak jaman sekarang. 
Kalo lo merasa kebahagiaan ortumu bukan tanggung jawabmu, ya monggo sana sendiri.

Kalau kau merasa ndak minta dilahirkan, lalu menyesal karena dilahirkan, ya monggo sana sendiri.

Kalau kau merasa tanggung jawabmu hanya bahagiamu sendiri, ya monggo sana sendiri.

Ndak usah bikin meme sok bijak ngajak-ngajak gituh kalo emang ortumu tak mampu membesarkan seorang anak yang memiliki cinta di dalam hatinya. 

Anjing aja akan gw pelihara dan jaga sampai mati. Apalagi ini adalah ortu.

Gituh aja kalo gw mah.

Yang mau jadi ortu “bahagia” tanpa merepotkan anak, juga monggo lho ya.. Gw bilang sih keren lah kalo ortu kayak gitu. Tapi juga ndak usah ngajak2. Hidup aja masing2. Bahagia masing2 kan beda.. 

Kalo lo ndak bahagia bersama anak2mu, maunya sendiri di panti jompo, ya itu bahagiamu. Biar ortu lain mengurus bahagianya sendiri. Ndak perlu juga merasa sok dan bangga karena merasa lebih keren dari ortu lain yang masih tinggal sama anaknya. 

Anak yang ngakunya sayang ortu juga ada, kerjanya mencaci ibu2 pekerja yang meninggalkan anaknya bersama sang nenek. Elehhhh.. elehhh.. Udah merasa paling suci aja dia, ndak pernah menjadikan ortu sebagai pembantu katanya.. Tanpa melihat bahwa ada ortu yang memang bahagia dan memilih menjaga cucunya sendiri, daripada si cucu ditinggalkan bersama baby sitter tukang siksa anak orang. Tanpa melihat bahwa ada ortu yang bahagia melihat anak perempuannya bisa mandiri bekerja dan tidak tergantung penuh pada suami, sehingga bisa tampil lebih pede dan keren, sehingga suami bakalan mikir berkali-kali kalo mau main tangan atau main hati. 

Udah. Urus aja dirimu sendiri. Ndak usah urus ibu dan bapak orang lain.


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1635190789933792&set=pb.100003286597577.-2207520000.1522207694.&type=3&theater